Seandainya kita semua tahu bahwa ujung dari segala kepunyaan kita saat ini adalah untuk dikembalikan.. Maka insyaallah tidak akan ada beban di dalam hati.
Memang nyatanya semua yang ada saat ini bukanlah milik kita.
Harta, pengaruh, kekuasaan, badan, anak, istri, suami, orangtua dan apa saja yang saat ini ada bersama kita.. suatu saat akan datang waktunya itu semua dikembalikan.
Kalau bukan karena waktu, ya karena maut.
Innalillahi wa innaillaihi roji'un..
Semua hanya titipan.
Kalau sudah yang punya berkehendak mengambilnya, maka jangan bersikukuh, jangan kecewa dan jangan bersedih seolah itu adalah milikmu.
Ada waktunya harta boleh digunakan.. kalau sudah tak bisa digunakan?? berarti rezekimu sudah selesai.
Ada masanya orang dekat akan pergi meninggalkan.. kalau itu terjadi?? Jodohmu sudah selesai.
Kita ini hanya bisa manut..
Yang terpenting, selama nikmat itu ada di tangan.. kita MERAWATNYA dengan baik. Karena itu yang nanti akan dimintai pertanggungjawaban.
Saat kita merawatnya.. bukan saat kehilangannya.
Jangan pernah merasa memiliki apapun atas apa yang ada agar tak mudah hati ini terpaut pada "titipan".
Jangan merasa berhak. Sebab sesungguhnya kita tak punya hak.
Kalau sudah tahu ujungnya harus dikembalikan..
Maka seorang hamba yang baik akan melakukan 2 hal ini..
Pertama.. saat masih ada, fokusnya adalah MERAWAT titipan itu sebaik-baiknya. Agar saat nanti diambil kembali oleh Alloh.. kita bisa mengembalikannya dengan keadaan yang terbaik. Ini juga bentuk rasa syukur..
Kedua.. siap ikhlas saat melepas. Karena semua pasti ada waktunya. Semua pasti ada alasannya.
Dan ingat..!!
Tidak ada sesuatu pun yang Alloh ambil dari seorang hamba yang bersabar dan ikhlas hatinya.. kecuali Alloh akan gantikan baginya sesuatu yang lebih baik.
Entah di dunia, atau kelak di surga.
Insyaallah.. aamiin