Salah satu sebab munculnya keresahan, kebingungan dan beragam keadaan hati yang buruk seperti kesedihan, kekecewaan dan kemarahan adalah karena senangnya menyifati diri sendiri tapi lupa men-sifati Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
Senang menempelkan beragam sifat mulia ke diri sendiri. Tapi jarang memuji Alloh dengan segala sifat muliaNya.
Sehingga, ketika ditakdirkan ada masalah, ketemu ujian.. atau paling buruknya adalah kejatuhan karir. Responnya pasti akan marah dan kecewa..
Merasa sudah hebat, merasa sudah keren dan tak pantas lagi diberi masalah.
"Aku kan terkenal, aku kan pinter, aku kan pekerja keras, aku kan sudah jadi orang baik.. aku kan.. aku kan.."
Dan seterusnya..
Sibuk men-sifati diri..
Sampai merasa tidak pantas berada di tempat rendah.
Hidup jadi ribet karena merasa pantas dapat fasilitas terbaik, jalur hidup yang istimewa, cerita hidup yang baik-baik dan semua harus sesuai keinginannya.
Maka dari itu.. sebenarnya kunci hidup tenang dan bahagia adalah gemar menyifati Alloh.
Mengakui diri hanya hamba.. jangan cosplay jadi raja.
Cukup Alloh yang Paling Istimewa.
Alloh yang Maha punya segala sesuatu.
Alloh yang punya segala kerajaan dan kemuliaan.
Alloh yang Maha Hebat dan Maha Perhitungan.
Nanti hidupmu jadi lebih banyak maklumnya. Jadi lebih banyak tenangnya.
Banyak nerimanya.. Dan mudah berdamai dengan ragam keadaan (tawakal).
Alhasil.. ketika diberi kelapangan hidup, ia tidak lupa diri. Dikasih ujian tidak pula berlarut bersedih hati.
Karena seluruh episode hidupnya adalah kepatuhan.
Prioritas paling penting dalam hidupnya adalah memuji Alloh saja.
Bahagianya sendiri sudah tidak teramat penting.
Dirinya dikenal atau tidak.. sudah tidak penting.
Disanjung atau tidak.. sudah tidak dipikir.
Dicintai atau ditinggalkan orang-orang.. bukan bab pokok lagi.
Yang terpenting, Alloh saja yang harus paling Agung.
Dan kalau dipikir, keberadaan kita pun sebenarnya hanyalah bukti kebersaranNya Alloh. Jadi aneh, kalau seiring berjalannya waktu malah nyari kebesaran diri sendiri dan mulai mensifati Agung diri sendiri.
Kurangi sedihmu.. Kurangi kecewa..
Dimulai dari jangan biasa menyifati diri yang paling hebat dan paling penting.
Hidup sewajarnya.. berbuat baik semampunya. Dikenal seperlunya. Dan bertakwa setinggi-tingginya.