Tahu kenapa ada beberapa masalah yang tak kunjung selesai dan malah bertambah semakin pelik??
Itu karena kita tak kunjung mengakui kesalahan dan minta maaf.
Sudah saatnya mengakui kesalahan jika memang salah. Jangan memperbanyak pembelaan.
Sudah saatnya mengakui diri keliru.. jika memang ada perilaku yang mengecewakan.
Saya sering melihat..
Kemarahan orang lain kepada sebagian orang muncul, sebenarnya sebab terlalu lama menunggu permintaan maaf yang tak kunjung datang. Malah menghilang.
Ditunggu sikap menyesalnya..
Malah tambah nyebelin sikap sombongnya.
Istri marah kepada suami, suami marah kepada istri karena tak kunjung ada permintaan maaf atas kesalahan.
Semua saling menunggu, alhasil emosi muncul lebih dahulu.
Pemilik piutang marah karena yang ngutang tak kunjung minta maaf saat telat dari kesepakatan. Malah kadang ngilang tak ada kabar..
Coba segera datang dan minta maaf..
Insyaallah lain cerita.
Manusia saja jengkel...
Alloh pun marah.
Maka prinsip pertama menghadirkan solusi.. meredam masalah adalah..
Ngaku..!!
Ngaku salah.
Minta maaf ke manusia.
Mohon ampun ke Alloh.
Selama ego masih tinggi.
Masih sibuk mencari pembenaran diri.
Masih sibuk nyalahin pihak lain.. niscaya masalah tak akan ada redanya. Persoalan tak akan ada jalan keluarnya.
Karena maaf adalah cara semesta mengatur awal datangnya pertolongan.
Nabi Adam menemukan kebaikan karena meminta maaf.
Nabi Yunus selamat karena meminta maaf.
Nabi Sulaiman diberikan kekuasaan dan kesejahteraan karena gemar memohon ampun.
Dan Rasululloh mulia karena hal yang sama, gemar istighfar.
Manusia yang mudah meminta maaf atas kesadaran diri.. akan menuju ke jalan kemuliaan dan datangnya solusi.
Manusia itu harusnya enteng meminta maaf..
Karena setahu saya hanya ada satu makhluk yang sampai hari ini berat untuk meminta maaf.. Dan akhirnya jatuh dalam neraka yang dalam. Yaitu iblis.