Tidak bisa dipungkiri bahwa sudah terlalu banyak cerita tentang orang dekat yang akhirnya berubah menjadi penjahat.
Dikasih kerjaan tidak bertanggungjawab.
Diberi pinjeman malah tidak dikembalikan.
Disuruh pakai malah dijual.
Tahu tentang apa yang terjadi atas diri kita, bukannya ikut menjaga tapi malah jadi bahan cerita kemana-mana. Aib saudara malah jadi bahan bercanda.
Nas'alullah as-salamah wal 'afiyah.
Teramat sering orang-orang terdekat menjadi ujian bagi kita..
Agar kita tahu, bahwa tidak ada yang bisa selamat dari ujian manusia lainnya dan mampu bersabar dengan itu.
وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً ۗ اَتَصْبِرُوْنَ ۚ وَكَا نَ رَبُّكَ بَصِيْرًا
"Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat." (QS. Al-Furqan: 20)
Bahkan para Nabi pun tak terlewatkan oleh ujian yang satu ini.
Nabi Nuh dan Nabi Luth dari istrinya.
Nabi Yakub dari anaknya.
Nabi Yusuf dari saudaranya.
Nabi Muhammad ﷺ dari salah satu pamannya.
Agar kita sadar..
Bahwa tak ada satu pun tempat yang bisa menjamin keselamatan kecuali Alloh yang memberikannya. Bahkan di tempat yang kita merasa paling aman sekali pun.
Rasa aman tidaklah diberikan oleh keluarga atau orang dekat.. tapi aman itu hanya jika Alloh memberikannya. Aman itu jika Alloh yang menjaga kita.
Maka mintalah selalu perlindungan dari Alloh Subhanahu Wa Ta'ala kapan pun dan di mana pun.
Dan ingat..!!
Jangan terlalu bodoh untuk sangat bergantung dan berharap kepada manusia. Karena sedekat apapun, mereka mampu menjadi sebabmu kecewa.
Percaya sewajarnya. Dan waspada pada hal yang seharusnya dievaluasi secara berkala.