Salah satu saran kehidupan yang akhirnya saya dapatkan dari ragam pengalaman di masa lalu adalah..
Jangan bertahan di lingkungan yang tidak menghargaimu.
Dan ternyata, tidak banyak orang yang berani mengambil keputusan ini..
Ia tetap bertahan di lingkungan yang menyakitinya berulang kali.
Tidak menghargainya.. dan kerap menyakiti lahir batinnya.
Hanya karena alasan kenangan. Di tempat itu terlalu banyak kenangannya..
Banyak yang sudah dilalui bersama.
Banyak waktu yang sudah dihabiskan. Dan sejenisnya..
Alhasil..
Ia mengorbankan dirinya sendiri untuk tetap berada di hubungan yang buruk dan pergaulan yang penuh racun.
Pengalaman mengajarkan saya..
Jangan berlama-lama di situ jika memang tak sanggup.
Karena pergaulan yang baik, lingkungan yang baik.. adalah lingkungan yang menambah semangat berbuat kebaikan.
Hati terasa tak berat melakukan amal kebaikan di tempat itu. Sebab setiap niat baik diterima dengan gembira dan mereka pun tersenyum membantu mewujudkannya.
Itulah salah satu hikmah.. Rasulullah Shollallahu'alaihi wassallam diperjalankan berpindah (Hijrah) ke Yatsrib (madinah).
Karena di kota mekah tidak lagi menjadi lingkungan yang sehat bagi beliau ﷺ. Mekah yang penuh kenangan, sudah berbeda.
Mekah yang di sana beliau menghabiskan banyak waktu.. Orang-orangnya sudah menjadi racun yang menggerogoti lahir dan batin beliau ﷺ.
Meski berat hati.. itu semua ditinggalkan menuju tempat yang senantiasa merayakan kebaikan beliau ﷺ.
Dan hal serupa mungkin perlu kita lakukan..
Hingga tiba saatnya nanti kita sudah lebih kuat, kita kembali lagi dengan gagah dan terhormat.
Sebagaimana baginda ﷺ kembali ke mekah untuk menaklukannya. Bukan karena benci, tapi karena cinta.
Karena lingkungan yang baik.. silaturahim yang baik, adalah tempat dimana semua orang bertepuk tangan atas keberhasilanmu. Bukan pergaulan yang bertepuk tangan gembira atas kemalanganmu.