Ada kalanya.. seseorang yang sudah pelan-pelan naik motor. Sudah minggir pula ambil jalurnya.
Eh.. Qadarullah disenggol pengendara lain sampai jatuh.
Hidup juga tak jauh beda..
Kitanya udah lempeng, udah bener, udah sesuai pakem..
Masih aja ada yang tiba-tiba menguji kesabaran kita.
Sudah baik,.. dijahatin.
Sudah setia,.. diselingkuhin.
Sudah jujur,.. dikibulin.
Sudah amanah,.. dikhianatin.
Ya beginilah dunia.
Tidak semua kemalangan berasal dari diri sendiri.
Apa hikmahnya??
Pertama.. untuk melatih kesabaran.
Inilah beda fungsi sabar dan istighfar.
Istighfar untuk menyikapi kegagalan yang berasal dari kesalahan kita.
Sementara sabar.. adalah untuk menyikapi kegagalan yang disebabkan oleh orang lain yang diluar kendali kita.
Kedua.. supaya kita selalu ingat, ikhtiarmu tidak menjamin keselamatanmu, ikhtiarmu tidak menjamin keberhasilanmu.
Alloh yang ujungnya punya kuasa.
Akan tetapi, jangan sekali-kali kecewa dan marah.
Meski nampaknya sekarang kita dirugikan.. tapi yakinlah bahwa peristiwa ini tidaklah sia-sia.
Dan apa yang kita alami itu hanya sekeping puzzle dari rangkaian gambar besar kehidupan yang Alloh sudah siapkan. Yang insyaallah pasti indah akhirnya.
Bisa jadi..
Kemalangan yang sekarang dialami adalah awal cerita baru di babak episode baru yang lebih baik lagi
Maka maafkan mereka yang mengganggu hidupmu.. serahkan pembalasannya hanya kepada Alloh.
Kalau belum bisa, biarkan waktu yang menemani mengurangi sakitnya.
Karena waktu adalah tentara Alloh untuk membuat setiap rasa sakit berkurang sakitnya.. Dan kekecewaan lebih mudah menemukan ikhlasnya.
"Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Alloh. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (QS. Asy Syuura: 40)
Cukup fokus menata hati.. perbanyak sabarnya. Dan perbaiki diri agar kita pantas untuk menyambut kedudukan mulia yang Alloh hadiahkan sesaat lagi.
Karena Rasulullah Shollallahu'alaihi wassallam mengabarkan..
وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا
“Kemuliaan hanya akan ditambahkan oleh Alloh kepada seorang hamba yang bersikap pemaaf.” [HR. Muslim]