Ada sebuah nasihat baik yang mungkin perlu kita mulai pikirkan dan lakukan. Terlebih di era apa-apa diposting seperti sekarang.
Begini bunyi nasihatnya..:
Hai saudaraku orang-orang beriman..
Jika sedang berlebih, diamlah.
Jangan pamerkan kekayaanmu. Karena setiap kesombongan akan berujung pada kehancuran.
Sebarkan manfaat.. karena Alloh senang kepada seorang hamba yang menampakkan syukur (dengan cara berbagi).
Tapi sembunyikan berapa yang kau punya, agar tak ada hati yang terpancing rasa iri.
Jika ia memandang dengan pandangan yang jahat, keburukan bisa datang kepadamu ('ain).
Jika sedang kekurangan, telanlah.
Jangan ceritakan susahmu dimana-mana.
Karena setan selalu punya cara untuk membuatmu jatuh dalam keputusasaan.
Semakin kau ceritakan.. semakin lemah hati. Alhasil.. pikiran mengarahkan untuk sibuk mencari simpati, bukan mencari solusi.
Dan ingat..!! ada banyak telinga yang sedang menunggu keluh kesah dan jatuhmu untuk jadi bahan cerita di luar sana.
Karena tidak semua orang menyukaimu.
Jayamu jadi bahan hasadnya.
Jatuhmu jadi bahan ceritanya.
Pandai-pandailah mengatur hati..
Karena sabar itu, tak hanya ketika hidup sedang susah saja.
Saat nikmat sedang meluap sekalipun, dibutuhkan rasa sabar.
Sabar untuk tidak sombong. Dan sabar dari tidak maksiat dengan segala kemudahan yang Alloh karuniakan.
Jangan salahkan jika kelak.. orang ramai-ramai mengharap bantuan darimu. Karena mungkin kau gemar menunjukkan sedekahmu.
Jangan salahkan orang lain kelak menginginkan pasanganmu.. karena kau tunjukkan dan sering gambarkan dia begitu sempurna dan istimewa.
Jangan salahkan orang lain menginginkan kehidupanmu dan merebutnya.. karena yang kau tampakkan adalah segala kenikmatan yang tak semua orang punya.