Bergabung dalam sebuah jaringan bisnis itu tidak hanya akan mempengaruhi pendapatanmu.. tapi juga akan mempengaruhi akhlakmu.
Maka jika harus bergabung di suatu bisnis. Apapun sistemnya..
Apapun produknya..
Selain cek kehalalan barang, sistem dan metode perhitungan keuntungannya.
Cek juga akhlak ownernya.
Karena dengan siapa kita berinteraksi, dengan siapa kita bergaul.. akan mempengaruhi karakter kita juga.
Terlebih dalam dunia usaha. Si owner kerap diposisikan sebagai figur sentral, panutan, teladan, role model atau apapun namanya. Entah itu disadari ataupun tidak..
Itu semua bisa mengubah dirimu.
Awalnya tak terasa..
Mulai dari follow akunya..
Mulai dari komentar membenarkan postingannya.
Membenarkan pendapatnya.
Masuk ke dalam alur berpikirnya.
Meniru pola pikirnya.
Akhirnya meniru akhlaknya.
Saya banyak melihat kawan-kawan berubah akhlaknya ke arah yang buruk karena bergabung ke sebuah jenis bisnis tertentu.
Mulai dari munculnya bahasa yang buruk.
Terbiasa merendahkan profesi yang lain.
Mengagungkan harta dan keduniaan.
Dan bahkan tak jarang.. dekat dengan zina, riba dan keharaman lainnya.
Itulah sebabnya.. Rasulullah Shollallahu'alaihi wassallam mengabarkan,
“Seseorang tergantung agama teman dekatnya, maka hendaknya kalian memerhatikan siapakah teman dekatnya.” (HR. Ahmad)
Inilah yang kemudian dimaksud bahwa bisnis itu bukan hanya urusan dunia, tapi juga urusan akhirat.
Tidak hanya perkara penghasilan.. melainkan juga masalah karakter, bahkan kadang urusan akhlak dan akidah.
Pikir lagi..!!