Ingat kawan...
Kita itu manusia.
Alloh tidak menghendakimu sempurna seperti malaikat.
Sekuat apapun kita berusaha bertahan.. pasti akan ada fasenya lemah juga.
Ada keinginan untuk marah, melampiaskan kekecewaan. Menangis dan mengungkapkan kesedihan.
Namun tolong pikirkan lagi dengan tenang..
Boleh mengeluarkan isi perasaan.
Tapi jangan sampai mempermalukan diri.
Karena salah satu cara Alloh memperbaiki hambaNya adalah dengan menutup aib-aibnya. Sehingga jika suatu saat engkau sudah bangkit menjadi pribadi baru. Bayangan keburukan di masa lalu akan bisa dengan mudah ditinggalkan.
Banyak orang yang sulit bangkit dan mendapatkan pertolongan Alloh lantaran dia mempermalukan dirinya sendiri.
Terlalu reaktif, impulsif, terlalu emosional sampai akhirnya harga dirinya sendiri ternodai, karakternya cacat lantaran perilaku di masa lalu yang pernah tidak terkendalikan.
Perkataan yang kasar.
Perilaku yang memalukan.
Sampai mengekspos cerita kesedihan yang berujung terbukanya semua kelemahan.
Meski dada sudah sesak.. perasaan sudah nggak kuat. Tetap tenang..
Dan selesaikan dengan cara elegan dan terhormat.
"إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ
“Sesungguhnya hanya kepada Alloh aku mengadukan penderitaan dan kesedihanku”. (QS. Yusuf: 86)
Ambil wudhu.
Gelar sajadah dan tumpahkan semua rasa di sana.
Jika sudah, datangi gurumu dan mintalah nasihatnya.
Alloh tidak menghendakimu seperti malaikat yang tanpa perasaan. Yang Alloh inginkan dari kita adalah ketaatan kepadaNya di tengah ikhtiar.
Kesabaran di tengah ujian.
Itu yang paling Alloh harapkan.
Boleh sedih.. tapi jangan lama-lama.
Boleh takut.. tapi pastikan tetap berdoa.
Boleh merasakan sakit.. tapi tetap tidak putus asa dari Rahmat Alloh.
Boleh marah.. tapi tahan marahmu jadi sebab celakanya orang lain.
Tenang.. Dan kendalikan dirimu.