Salah satu masalah paling banyak dalam sebuah rumah tangga, biasanya adalah kekecewaan yang muncul karena pasangan kurang peka.
Dan saya sampaikan kabar buruknya ya..
Kepekaan itu delusi.
Berharap bahwa semua orang, termasuk pasangan kita paham apa isi hati kita, adalah sebuah bentuk harapan palsu yang engkau ciptakan sendiri.
Tidak akan terjadi kepekaan tanpa dimulai dari komunikasi terbuka untuk berani menyampaikan apa-apa yang diinginkan.
Pasangan kita bukanlah orang sakti murid pendekar berilmu tinggi yang bisa melihat tembus ke dalam hati.
Tak ada yang benar-benar tahu apa di dalam hatimu kecuali dirimu sendiri dan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
Maka, jika kita ingin pasangan peka..
Mulailah kenalkan siapa dirimu. Apa maumu. Apa hal yang cenderung lebih kau sukai dalam beberapa keadaan.
Buat rumusan sederhana..
"Kalau begini, aku pingin kamu melakukan ini."
"Kalau kejadiannya begini, ingat prinsip ini."
"Kalau keadaannya seperti itu, aku mau kamu kamu berperan begitu. Lakukan langkah ini dan itu."
Kawan..
Semua kepekaan dimulai dari Komunikasi Terbuka. Lalu dari situ, dibuat aturan-aturan kecil sebagai prinsip merespon dan bertindak. Dan setelah itu.. seiring berjalan waktu dan pengulangan terus menerus, barulah akan muncul kepekaan.
Jangan pernah mengharapkan pasanganmu menjadi dukun yang mampu menebak semua isi hatimu.
Yang ada malah..
Kamu kecewa sedalam-dalamnya.
Dia pun bingung tak tahu ujung pangkalnya.