Guru saya mengajarkan.. dan itu saya jadikan sebagai pegangan hidup.
Kalau mikirin urusan dunia, jangan sampai terlalu serius. Namun kalau diberi amanah mengerjakan perkara dunia harus yang terbaik.
Sebab.. yang boleh dipikir amat serius itu hanya perkara akhirat saja.
Kalau dunia.. sekedar sendau gurau saja.
Tapi bukan berarti tidak profesional.
Kerjakan yang terbaik dengan tanganmu dan ilmumu. Namun ingat.. jangan sampai masuk ke porsi seriusnya pikiran.
Sampai susah tidur mikirin hal itu..
Bangun tidur masih mikirin itu.
Sampai kebawa mimpi.
Uring-uringan di rumah dengan anak istri hanya perkara dunia. Sampai tak ada waktu membicarakan akhirat dengan keluarga.
Yang bercanda (dunia).jangan dibawa serius.
Yang serius (akhirat) jangan dibawa bercanda.
Yang penting jalani dengan ikhlas saja.
Nanti hasilnya pasti Alloh berikan sesuai takaran yang pas untuk kita.
Lanjut beliau.
Lha kok mau ditipu sama dunia.
Sudahlah dipikir mati-matian, saat mati pun ditinggalkan semuanya.
Dan apesnya.. nanti kita dimintai pertanggungjawaban atas semuanya yang ditinggalkan.
Maka kalau mau meninggalkan sesuatu.. pastikan yang baik dan yang penting.
Karenanya.. kalau urusan dunia kerjakan sebaik mungkin.. tapi ikhlaskan.
Dapat hasil alhamdulillah..
Tidak pun alhamdulillah.
Tapi kalau akhirat. Ya harus serius..
Seperti besok misalnya.
Pas 10 Muharram hari Asyuro.
Puasa yang serius.
Kasih makan orang banyak kalau perlu.
Karena besok hari jumat yang bertepatan 10 Muharram. Ini hari istimewa.
Seriusi amalanmu esok hari. Dari subuh sampai maghrib.