Keluarga itu bisa berjalan dengan baik.. bisa jadi sakinah mawadah warrahmah pastilah atas kerjasama dua pihak.
Ya suami.. ya istri.
Tidak ada keluarga yang sakinah berkat kinerja satu orang saja.
Kalau pun nampaknya sakinah.. itu hanya balutan luar saja. Nampaknya tenang.. tapi sebenarnya hanya karena yang satu nggak mau tahu aja.
Nampaknya semua beres dan baik-baik saja..
Tapi sebenarnya, pasti ada satu pihak yang over tanggungjawab, sendirian menyelesaikan banyak urusan.. sampai akhirnya kecapean dan kelelahan.
Yang satu "Tenang", males ngomong, males berdebat, males cekcok karena udah capek.
Yang satu "Tenang, males komentar karena nggak mau tahu..
Ini bukan sakinah. Tapi mati suri.
Maka..
Kunci keluarga sakinah itu ujungnya perkara Mau dan Mampu.
Mau mengupayakannya bareng-bareng.
Dan Mampu sebab punya ilmunya dan Tahu apa-apa yang harus dikerjakan.
Sayangnya banyak yang mau tapi tak mampu. Sementara ada yang sebenarnya mampu tapi tidak mau.
Sebab itu.. solusi dari keinginan besar memiliki keluarga yang sakinah dimulai dari memahami beban masing-masing.
Kalau melihat yang satu kelelahan.. bantu kurangi bebannya. Dan sebaliknya.
Kalau ada satu yang kerepotan.. bantu ringankan.
Perbaiki dulu niatnya sama-sama.
Belajar sama-sama..
Dan kerjakan sama-sama.