Di hampir semua wilayah di Indonesia malam ini sedang berlangsung malam rasa syukur memperingati kemerdekaan.
Sebagian menyebutnya malam tirakatan.
Merayakan kemerdekaan adalah bentuk rasa syukur kepada Alloh. Dan ini adalah hal yang baik yang perlu dilestarikan.
Setelah lelah berjuang dan menang, jangan sampai nikmat yang diberikan itu kemudian hilang.
Orang tua kita terdahulu ingin mengajarkan..
Bahwa untuk mendapatkan nikmat itu perlu diperjuangkan. Namun, untuk mempertahankannya dibutuhkan tirakat.
Perlu laku khusus.
Dan salah satunya adalah menampakkan rasa syukur. Tidak hanya di lisan.
Tapi butuh aksi.
Memperlihatkan rasa senang.
Berbagi makanan. Saling mendoakan.
Nampakkan bahwa kita pantas tetap mendapatkannya.
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya Alloh tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. (QS. Ar-Ra'd : 11)
Dan salah satu tafsir yang kurang populer diterangkan dari ayat ini adalah..
Bahwa sebenarnya.. Alloh tidak akan mengambil nikmat dari seorang hamba kecuali hamba itu sendiri yang menjadikan nikmat tersebut pantas dicabut darinya.
Jika dulu pernah mudah, pernah senang, lapang dan enak.. tapi sekarang susah..?? Maka bisa jadi ada perilaku yang membuat Alloh tak ridho dan mengambil nikmat itu. Sebab kita tak pandai mempertahankannya.
Dulu badannya sehat.. Lalu sekarang sakit-sakitan. Maka dia sendirilah yang telah membuat nikmat sehat itu dicabut darinya.
Mungkin pola makannya dan pola hidupnya yang mulai tak sesuai fitrah.
Dulu ada yang keluarga terasa nyaman, tentram, penuh kebahagiaan.. lalu sekarang rusak, berantakan. Bisa jadi karena dirinya sendiri yang membuat nikmat ketentraman itu pantas dicabut lewat cara-cara keliru yang diambilnya dalam berumahtangga.
Jangan sampai dicabut seluruh nikmat dari Alloh, lantaran kita yang ternyata membuatnya pantas dicabut.
Karena itu.. syukuri nikmatnya kemerdekaan ini dengan tetap bersatu. Jangan terpecah belah. Baik dengan tetangga.
Merdeka..!!