Satu saja hari yang terlewat tanpa kita mendapatkan hadiah dari Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berupa hikmah atau pelajaran atas apa yang kita lalui hari itu.. Maka sebenarnya itu adalah musibah.
Karena artinya.. Hati kita telah tertutup dari ilmu dan kasih sayang Alloh.
Sebab.. Rasulullah Shollallahu'alaihi wassallam bersabda,
“Siapa yang Alloh kehendaki kebaikan baginya, Alloh pahamkan atasnya perihal agama". (HR. Bukhari)
Jika hari terlewat tanpa kita mendapatkan hikmah baru, ilmu baru. Terlebih dalam urusan agama, ada kemungkinan.. jangan-jangan, Alloh sedang tak berkehendak adanya kebaikan atas kita.
Inilah musibah yang besar.
Maka kebiasaan penting seorang mukmin adalah senantiasa bertafakur. Berpikir.
Yang hari ini terjadi pada hidup kita, apakah ada hikmahnya..??
Dan Alloh ingin mengajarkan apa??
Jangan terlalu sibuk sampai lupa berpikir dan merenungkan keadaan.
Jangan terlalu terjebak dengan rutinitas dunia sampai akhirnya lupa mengambil pelajaran atas apa yang sedang terjadi.
Jangan buru-buru marah dengan keadaan.. atau terlena dengan kesenangan. Sebelum kita mencari tahu.. apa hikmah atas kejadian itu..??
Maka dikatakan dalam kitab para ulama..
Mereka yang tidak belajar hal baru setiap hari, ia tak lebih dari sekedar tumpukan daging dan tulang yang berjalan.
Ia mati sebelum dikuburkan.
Isi setiap hari dengan belajar. Lalu renungkan. Dan ambil pelajarannya. karena sebenarnya, begitulah cara Alloh memberikan kita kesempatan untuk menjadi baik.
"(yaitu) orang-orang yang mengingat Alloh sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Ali 'Imran: 191)