Jika sampai keburukan orang lain jadi sebabmu merasa lebih baik.
Karena salah satu ciri amal yang ditolak oleh Alloh, adalah amal yang dengannya kita menjadi merasa lebih baik dari makhluk Alloh lainnya. Sebagaimana iblis yang merasa lebih baik dari Adam Alaihissallam.
Mengetahui keburukan orang lain itu ujian besar. Sebab banyak orang yang tidak selamat dari penyakit hati berjudul "Merasa Lebih Baik" ini.
Terlebih jika kemudian dengan mengetahui keburukan orang lain, jadi merasa punya senjata untuk kelak bisa menjatuhkannya. Ini bukan sifatnya orang beriman.
Jika Alloh membiarkan aib orang lain terbuka di hadapan matamu. Bersyukurlah..
Bersyukur bukan karena jadi punya sebab untuk mempermalukan mereka. Tapi bersyukurlah, karena Alloh sedang memberimu kesempatan untuk menutup aib mereka.
Yang secara tidak langsung, Alloh sedang memberimu kesempatan untuk menutupi aib-aibmu sendiri kelak di yaumul qiyamah.
Sebab Alloh sudah berjanji..
"Barangsiapa menutup aib seorang muslim, niscaya Alloh akan menutup aibnya di Hari Kiamat. Alloh selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya.” (HR. Muslim).
Maka, kalau sampai tahu buruknya orang lain, langsung sadar.. langsung istighfar.
"Astaghfirullohal'adziim..
Ya Alloh.. kok aku tahu.
Baik ya Rabb, aku tutup aib si fulan, aku jadikan ini sebab untuk kelak aibku juga Engkau tutup di yaumul qiyamah."
Tapi kalau itu berpotensi buruk bagi orang lain??
Laporkan kepada yang berhak menindak jika memang terbukti kejahatannya.
Beritakan kepada yang sedang berurusan dengannya, dengan niat sebagai bentuk peringatan.
Namun jangan menyebarkannya kepada mereka yang tidak punya kepentingan. Dan kemudian menjadikan aib itu sarana untuk mencari perhatian atau sekedar bahan pembicaraan.