Tidak bisa disebut cinta sebelum diuji dengan keadaan.. dimana keadaan itu begitu amat sangat mengguncang batin. Sampai-sampai keadaan itu seolah memberikan kita alasan yang benar untuk meninggalkan yang kita cintai.
Cinta itu bukan tentang kegembiraan..
Cinta itu tentang ujian.
Punya cinta, berarti siap untuk menderita.
Sebagaimana kalimat legendaris dari Tie Pat Kai..
"Dari dulu beginilah cinta, deritanya tiada pernah berakhir.."
Hehehe..
Cinta itu diuji.
Apakah dengan ujian masih tetap nyaman? masih tetap suka? Masih tetap setia??
Di situlah sejatinya gerbang mula Cinta.
Kalau hanya senang saja. Bahagia terus..
Itu belum cinta.
Masih sekedar suka atau mungkin sekedar nyaman. Kalau sudah masuk level cinta, pasti diuji.
Saat semua baik-baik saja..
Kita mungkin akan bisa dengan gampang mengatakan, "aku mencintaimu", "I love you", atau "saranghaeyo".
Namun ketika semua berubah menjadi buruk. Keadaan itulah yang akan menguji kualitas cinta.
Saat beras habis..
Saat nafkah sedang tak tentu..
Saat seolah berjuang sendiri..
Saat semua keadaan menekan kehidupan sampai di titik paling kritis.. Apakah masih ada cinta di saat itu, atau hati sudah berganti terisi benci??
Teringat kisah ketika bunda Hajar ditinggal sendirian bersama putranya, Ismail Alaihissallam, yang masih kecil di lembah mekah oleh Nabi Ibrahim alaihissalam.
Dengan perbekalan minim..
Tak ada siapapun yang menjadi teman.
Tak ada janji akan datang dijenguk setiap pekan. Apalagi nafkah teratur yang akan terkirim setiap bulan.
Namun sebab cinta keduanya karena Alloh Ta'ala. Kondisi paling dramatis sekalipun terlalui dengan penuh kebaikan.
Begitulah cinta..
Pasti akan diuji dengan keadaan ekstrem yang membuat kita berpikir ulang tentang kebenaran cinta itu sendiri. Baik saat mencintai makhluk. Apalagi cinta kepada Alloh Azza wa jala.
Cinta kepada Alloh juga akan diuji dengan keadaan yang membuat hati seolah ingin melepas iman.
Hati bertanya..
"Apa iya masih pantas diimani..??"
Sudah sholat, sudah baik, sudah beramal, sudah berdoa.
Keadaan kok tetap sulit. Bener nggak sih ini iman..??
Setan mulai membisik..
"Tuhanmu tak menyayangimu."
"Tuhanmu meninggalkanmu."
Istighfar kawan.. itulah ujian cinta kepada Alloh.
Tapi kabar baiknya.
Cinta kepada makhluk dan kepada Alloh itu beda ujungnya.
Kalau cinta ke manusia. Sudah nyakitin, eh.. belum tentu yang dicintai bisa membalas.
Tapi kalau cinta kepada Alloh.. meski dihadapkan dengan ujian yang menyakitkan dan menguji kesabaran.. tapi hasilnya pasti membahagiakan. Sebab Alloh Maha kuasa, dan Maha Sempurna balasannya.
Alloh tak akan pernah menyia-nyiakan hamba yang mencintaiNya.